Si Abu-Abu – Cerpen Reflektif tentang Identitas, Perbedaan, dan Cinta Sejati
Cerpen ini mengisahkan konflik rumah tangga antara Anisa dan Jarno yang dipicu oleh isu kesukuan dan empati. Di tengah pertengkaran, seekor kucing abu-abu menjadi saksi bisu dan simbol penerimaan lintas identitas. Cerita berujung pada pemulihan batin dan pemahaman bahwa cinta sejati tumbuh di antara perbedaan. Cerpen ini menyoroti luka batin akibat stereotip suku dan latar keluarga. Dialog antara Anisa dan Jarno membuka ruang refleksi tentang prasangka dan harga diri. Dentuman piring dan gelas yang dibanting keras mengguncang suasana rumah, membuatku terperanjat. Pertengkaran antara Anisa dan Jarno memuncak, seolah siap meledak kapan saja. Penyebabnya: Jarno dianggap tidak peduli dengan nasib adik Anisa, Nikmah Bin Achmad Bin Holid Bubsaid, yang terjatuh dari sepeda motor. “Dasar kamu suami yang tidak punya perasaan. Individualis, hanya mau menang sendiri. Ternyata begini ya perangai orang Jawa. Mentang-mentang keluargaku yang sakit, kamu tidak mau mengunjungi. Coba kalau keluargamu ...