Lagu yang Menanti
(Untuk Nona, Putri Sahabatku)
Detik,
bahkan nano detik berdetak perlahan
Seperti gema jantung yang berbisik dalam sunyi
Langkah waktu menyusuri lorong kehidupan
Menunggumu hadir di simpang takdir yang suci
Kaulah
fajar, penanda hari dan harapku
Awal dan akhir dari musim mekarku
Jika aku bunga, maka harumku menjelajah
Menanti gugurnya putik dalam doa yang pasrah
Saat
ikrar suci kau lantunkan di altar cahaya
Warnaku berubah: dari ragu menjadi cahaya
Janji itu kutunggu, dalam hidup dan matiku
Hingga malam menjelma kumbang yang merindu
Mengitari
kelopak cinta yang kau semai
Di ambang bulan yang membuka pelaminan damai
Ucapan selamat bertebaran bagai bunga raya
Kau dan dia di pelaminan membuka jendela
Membuka
pintu, membuka dunia—bahkan yang rahasia
Dan kami pun bersyukur, dalam haru dan doa
Untuk Nona yang kini berlayar dalam kasih yang baru
Semoga rumahmu menjadi taman yang tak pernah layu
Dan cinta
kalian menjadi nyanyian abadi
Di bawah langit biru, dalam simfoni ilahi
Surabaya,
19 Agustus 2025
Komentar
Posting Komentar