Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Puisi Hari Ini

Gambar
Sumber gambar:AI-Copilot  Hari ini bukan kemarin, bukan pula bayangan masa depan. Ia hadir seperti hidangan panas, dari dapur kata yang baru saja menyala. Diracik dari tanda tanya, dari koma yang berdiam di sudut napas. Dicampur dengan embusan penyair, yang bergulat antara duka dan pelita. Hari ini puisi berdiri, bukan karena kalender merah, bukan karena hari besar. Ia lembur sendiri, kadang marah, kadang tertawa, seperti langit yang tak bisa ditebak. Puisi hari ini bukan milikku, bukan milikmu, bukan miliknya. Ia milik hari ini, yang sekali lahir, sekali dihidangkan, dan sekali pula meninggalkan jejak. Surabaya, 29 April 2026 Untuk tulisan lain silahkan buka: https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en  https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211 Suaraanaknegerinews.com https://medium.com/@yusufachmad2018 https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-...

Bayang Retak di Persimpangan

Gambar
  Sumber: AI-Copilot Kubaca pernyataan itu, seperti bayangan pecah di kaca retak. Langkah ragu menapak, kata-kata berkilau samar, menyentuh inti nalar tanpa menuding benar atau salah. Bukan logika yang kehilangan pijakan, bukan angka yang menimbun laba, bukan wajah rakyat yang dipoles wacana, bukan pula gema suaraku sendiri— ada cahaya tipis menyelinap di sela huruf, seperti bisikan yang enggan reda. “Otak hanya mengenal suka dan tidak, menjaga gema yang dipantulkan dirinya.” Aku pun bertanya dalam diam: ia, dia—bayangan yang menantang, atau cermin yang menyingkap aku? Pesan guru kembali bergaung: “Banyak beragama, namun tak menyakininya.” Ajaran menjauh, laku tercerai, kepintaran menjelma siasat, kelicikan berwajah ramah. Di persimpangan ini aku berdiri, memandang arah yang kabur: benarkah salah itu nyata, atau keyakinan yang kehilangan rumah? Surabaya, 17- April 2026 Untuk tulisan lain silahkan buka: https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com https://www.kompasiana.com/yusufac...

Resonansi Waktu

Gambar
  Sumber Gambar: Copilot Detik jatuh seperti embun, menyentuh tanah tanpa suara. Langit menyimpan rahasia biru, laut menahan gelombang yang tak jadi tiba. Ada getar yang tak terlihat, menyelinap di sela doa, menyentuh tulang, mengguncang jiwa yang pura‑pura tenang. Kehilangan bukan sekadar hilang, ia adalah pintu yang terbuka, membawa kita pada ruang di mana sabda menjadi cahaya. Dan ketika malaikat mengepak sayapnya, getar itu tak lagi samar: ia melekat, menjadi rahasia yang abadi, meninggalkan jejak yang tak bisa dihapus. Surabaya, 18-4-2026 Untuk tulisan lain silahkan buka: https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en  https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211 Suaraanaknegerinews.com https://medium.com/@yusufachmad2018 https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly  

Sayap Rindu di Pelangi Maya

Gambar
                               Sumber Gambar: AI-Copilot Cintaku hinggap di sayap kupu-kupu, menari, seakan mengejekku, namun ejekan itu menjelma cahaya, guratan pelangi yang bergetar di udara. Hatiku tetap lebih berwarna, meski rindu berbisik tanpa henti, bergema di hening malam lirih, bayangmu melayang di antara mentari dan bulan, menjadi mozaik kenangan, semburat tanpa bentuk, namun abadi. Jejakmu masih kuendus, meski aku bagai anjing kelana, tak kubiarkan hilang, walau algoritma berdusta, wajahmu berganti di beranda maya. Senyum itu tetap abadi, meski terhapus dari layar biru. Namun kata dan tulus hatiku tak pernah musnah, tak binasa, walau angin lebat, walau intel perang menyerang, hatiku tetap terang. Namamu bersemayam di hatiku, walau tubuh jauh, hatimu adalah hatiku. Cinta tetap merindu, meski kau bukan seperti dulu, meski cinta monyet melompat, meski kau menjaga jarak. Aku tetap menunggu, seperti ku...