Postingan

Menggambar Pohon Baru

Gambar
Gambar: Koleksi Pribadi   Cuit keercip-kercap, kicau terlempar— suara burung menyentuh, tak perlu diterjemahkan. Biarkan ia mengalun, menyusup di sela pepohonan dingin Malang, menyatu dalam riuh bengkel yang masih tenang. Mesin-mesin berjejer dalam remang, seperti mata yang pelan-pelan terbangun, tempat para guru dan penempa jiwa menyulam ketangkasan di bawah kilau lampu. Kerikil di bawah langkah Subuh berbisik pada bangku taman, menampung modul dan pikiran berat, menyalurkannya ke akar-akar yang haus. Sekolahku lama berdiri dalam pola usang. Namun di sini, jemari mulai menggambar tajuk raksasa: dahan merambat, daun melebar, menaungi warga dari terik yang mengekang, dari racun yang merintangi cara tumbuh. Murid-murid kelak menyelami kolam belajar, air keruh diaduk hingga jernih. Arus pengalaman ini mengalirkan tenaga baru, membuang yang lapuk ke selokan, menumbuhkan benak yang segar— serupa batang yang tak henti menjulang. BOE Malang, 11 Agustus 2026 Untuk tulisan lain silakan kunj...

Janda dan Politisi

Gambar
                                                                               Gamabar: AI-Copilot   Politisi tetap berambisi, meski di depan sana ada yang gantung diri. Tak siap kalah, ia malah mati tergantung di depan poster wajahnya sendiri. Tetap tak sadar, tetap tak berubah diri.   Mereka bukan penyembuh, hanya pedagang obat. Mereka bukan peduli, hanya memulas cinta palsu. Mereka bukan martabat, hanya tumpukan uang yang haus tahta.   Kepada pemilih yang didera kurap, mereka menjajakan janji. Namun pengemis di pinggir jalan takkan tertipu; baginya cinta bukan sulap, bukan obat sesaat yang menipu mata.   Kakinya buntung, nasibnya menggelantung, tak ada obat untuk lapar yang membusuk. Politisi berlalu tak hirau, hanya menyisakan debu ...

Bukan Sekadar Gentar

Gambar
                                                                       Sumber :AI-Copilot Aku menghindar, bukan karena gentar. Kupendam rasa di balik kelopak mata, sebab yang berceceran bukan hanya darah, melainkan runtuhan kemanusiaan yang tak sanggup lagi kutatap.   Segala gambar, cerita, nasib Palestina membanjiri layar gawai. Itu bukan sekadar bentangan duka, melainkan gema lampau dari perjuangan yang tak kenal henti. Marahku menggelegak di relung darah.   Di atas tanah kurma, rumah yang dijarah, sejarah menolak menyerah. Mereka tak lagi menghitung kehilangan; bukan tangisan kosong yang kaudengar, melainkan batu yang melesat, nyali yang menerjang, perih yang didekap tanpa gemetar.   Hanya kitab suci dalam genggaman, iman yang mengukir ketabahan, ketika peluru kendali memburu nyawa di antara ...

Double Lap

Gambar
  Menakar Hakikat Pembersihan Hati dan Kuasa Bahasa selalu punya cara magis menyembunyikan rahasia besar di balik kamusnya. Fenomena homonim lintas budaya memperlihatkan bagaimana satu kata yang terdengar sama bisa memayungi dua makna yang kontras, namun justru berpaut secara filosofis. Kata “lap” dalam bahasa Jawa dan bahasa Inggris adalah contoh sempurna. Bagi orang Jawa, “lap” hanyalah kain gombal sederhana, alat profan untuk menyapu kotoran. Dalam bahasa Inggris, “lap” berarti pangkuan—ruang hangat yang melambangkan perlindungan, kedekatan, dan kuasa untuk memangku sesuatu. Dua makna ini, bila ditelisik, membuka garis konseptual tajam tentang hakikat manusia: membersihkan batin sekaligus meneladani sifat Allah yang Mahapemurah. Secara teologis, manusia diperintahkan untuk menyucikan diri dari residu duniawi. Dalam setiap rezeki selalu terselip “kotoran” tak kasatmata yang berpotensi menodai jiwa. Sedekah adalah tindakan menyeka kotoran itu: apakah dengan pakem 2,5% atau dengan ...

Raga yang Berdaulat

Gambar
    Gambar:AI-Copilot Lebih dari Sekadar Napas Banyak orang mengira kesehatan hanyalah angka di atas timbangan atau deretan vitamin di lemari obat. Padahal, kesehatan adalah bentuk kedaulatan paling dasar seorang manusia. Tanpa tubuh yang tangguh, ide-ide besar hanya akan menjadi angan-angan yang mati di tempat tidur. Menjaga raga bukan sekadar ritual agar tidak sakit, melainkan strategi untuk tetap menjadi manusia utuh di tengah gempuran zaman yang melelahkan. Lima Pilar Penjaga Benteng Diri Kita sering mencari rahasia umur panjang di buku-buku mahal, padahal peta jalannya hanya terdiri dari lima langkah sederhana—namun menuntut disiplin baja: Senyum: Sabotase Terhadap Kesedihan Senyum bukan sekadar gerak otot wajah. Ia adalah pernyataan perang terhadap stres. Saat Anda tersenyum, otak menerima pesan: “Saya masih memegang kendali,” meski dunia di luar sedang kacau. Istirahat: Jeda Sebelum Perang Tidur bukan membuang waktu. Ia adalah gencatan senjata tubuh untuk memulihkan...

Menjadi Pemimpin

Gambar
                                                                 Gamabar: Copilot-AI Menelan Bara, Bukan Sekadar Takhta Banyak orang berebut kursi, tapi gemetar saat diminta memegang baranya. Menjadi pemimpin itu bukan soal fasilitas protokoler, tapi soal kesiapan untuk dibenci demi sebuah kebenaran. Pemimpin Bukan “Mesin Pemuas” Kita sering keliru menganggap pemimpin yang baik adalah dia yang selalu mengabulkan keinginan rakyatnya. Salah besar. Pemimpin yang hanya mengikuti kemauan orang adalah pengikut yang memakai mahkota. Dilema terbesarnya adalah saat ia harus memilih: Menjadi populer atau menjadi benar? Bayangkan seorang pemimpin yang harus menutup tambang ilegal yang menghidupi ribuan orang demi menyelamatkan paru-paru bumi untuk generasi mendatang. Di satu sisi ada perut yang lapar hari ini, di sisi lain ad...