Mantra Seujung Inisial

 

Sumber gambar:AI-Copilot

Aku tak tahu—

apakah kata, kalimat, atau sekadar bisikan

benar-benar punya arti.

Diam menjelma lamun,

lamun mengkristal tanya,

gema yang menetap di ceruk benak.

 

Hatiku, batinku, nalar-pikirku,

menjerit tanpa suara;

hanya huruf-huruf purba

yang menampung berjuta rahasia.

Rasa berpusar, harap berdenyut,

sayang terbentur rintang,

kenang menyulut bayangan.

 

Cita dan cinta,

serupa mantra yang belum usai,

“I For You”

menyusup ke palung nadi,

mengeja namamu,

menjadi detak di jantungku.

Surabaya, 2 Mei 2026

Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada Jeda, Ada Tiada: Elegi Panggung dan Bunga yang Tak Selalu Mekar

Biak, Mutiara Timur yang Bergelombang – Puisi oleh Yusuf Achmad, dibacakan oleh P. Didik Wahyudi

Kutipan Puisi Yusuf Achmad: Spiritualitas, Budaya, dan Cinta dalam Sastra Kontemplatif