Menggambar Pohon Baru
Cuit keercip-kercap, kicau terlempar—
suara burung menyentuh, tak perlu diterjemahkan.
Biarkan ia mengalun,
menyusup di sela pepohonan dingin Malang,
menyatu dalam riuh bengkel yang masih tenang.
Mesin-mesin berjejer dalam remang,
seperti mata yang pelan-pelan terbangun,
tempat para guru dan penempa jiwa
menyulam ketangkasan di bawah kilau lampu.
Kerikil di bawah langkah Subuh
berbisik pada bangku taman,
menampung modul dan pikiran berat,
menyalurkannya ke akar-akar yang haus.
Sekolahku lama berdiri dalam pola usang.
Namun di sini, jemari mulai menggambar tajuk raksasa:
dahan merambat, daun melebar,
menaungi warga dari terik yang mengekang,
dari racun yang merintangi cara tumbuh.
Murid-murid kelak menyelami kolam belajar,
air keruh diaduk hingga jernih.
Arus pengalaman ini mengalirkan tenaga baru,
membuang yang lapuk ke selokan,
menumbuhkan benak yang segar—
serupa batang yang tak henti menjulang.
BOE Malang, 11 Agustus 2026
Untuk tulisan lain silakan kunjungi:
Blogspot: yusufachmad-bilintention.blogspot.com
Kompasiana: kompasiana.com/yusufachmad7283
Instagram: @yusufachmad2018
Facebook: facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suara Anak Negeri News: suaraanaknegerinews.com
Medium: medium.com/@yusufachmad2018
Flipboard: flipboard.com/@yusufachmad4bpu
LinkedIn: linkedin.com/in/yusuf-achmad-3b89632b6
X (Twitter): x.com/yusufachma84290

Komentar
Posting Komentar