Lelaki dan Kelapa Bertali
Tua
Tua,
adakah kau tahu
tua pernah muda,
tua pernah berlari,
tua pernah bermimpi.
Mengapa
tua jadi masalah,
padahal ia penopang sejarah,
padahal ia akar yang menegakkan batang,
padahal ia jejak yang menuntun langkah.
Tua
ibarat kelapa berguna:
santan kental, serabut jadi tali,
tempurung jadi bara api,
buahnya menyuburkan rasa,
akar menahan tanah dari runtuhnya masa.
Tahukah
kau, tua tetap manusia:
tetap berjiwa meski renta,
tetap menyimpan cerita,
tetap menjaga rahasia.
Ingatan
bagai sumur dalam,
airnya jernih meski jarang ditimba.
Tenaga bagai angin senja,
tak deras, namun cukup menggerakkan layar.
Pikiran mengental,
kebijakan jadi rempah,
kearifan jadi jamuan,
hidup jadi syair di hari senja.
Kampung Ploso, Desember 2025
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly

Komentar
Posting Komentar