Kegelisahan yang Menggerakkan: Inspirasi dari Pilihan Emosi
Gembira atau Gelisah: Pilihan Hidup yang Menginspirasi
Pilih mana: gembira atau
gelisah? Jawaban kita cenderung memilih bergembira daripada gelisah. Salah satu
penyebab gembira dan gelisah adalah makanan. Pola makan yang baik dan benar
akan menghasilkan kesehatan dan kebugaran yang berujung pada perasaan gembira.
Sebaliknya, pola makan yang salah sering kali menyebabkan perasaan gelisah
hingga sakit ringan, bahkan fatal.
Hidup harus gembira atau
bahagia, demikian kita sering mendengar pernyataan ini. Hampir tidak pernah
kita mendengar anjuran untuk hidup bergelisah! Namun, bagi seorang penulis dan
pekerja seni, perasaan gelisah justru merupakan ruh dari ide-ide tulisan dan
karyanya. Dari kegelisahan inilah karya besar dan monumental tercipta. Bahkan,
ada penelitian yang menyebutkan bahwa seseorang yang gelisah lebih panjang
hidupnya daripada yang tidak (meskipun penelitian ini perlu diuji lagi).
Bagi seseorang yang merasa
gelisah dengan amal perbuatannya karena merasa belum maksimal beribadah, kegelisahan
ini mendorongnya untuk memperbaiki diri. Setelah ibadahnya menjadi baik, ia
mungkin merasa gelisah dengan amal perbuatannya di lingkungan sosialnya, dan ia
akan berupaya untuk menjadi lebih baik lagi.
Kegelisahan demikianlah yang
seharusnya ada, jika gelisah adalah pilihannya. Bukan kegelisahan yang
berlebihan dan berkonotasi negatif. Bukan kegelisahan karena belum terpenuhinya
kebutuhan materi. Bukan kegelisahan untuk meningkatkan status sosial-ekonomi
atau pencapaian cita-cita dunia semata. Kegelisahan yang demikianlah seharusnya
kita miliki, di samping kegembiraan.
Mengelola Kegelisahan
untuk Kebaikan
Mengelola kegelisahan dengan
bijak dapat menjadi sumber motivasi yang kuat. Kegelisahan yang konstruktif
mendorong kita untuk terus berusaha mencapai yang terbaik dalam berbagai aspek
kehidupan. Kegelisahan ini mendorong kita untuk selalu memperbaiki diri dan
memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Sebagai contoh, seorang pelajar
yang gelisah karena merasa belum menguasai pelajaran dengan baik akan terdorong
untuk belajar lebih giat. Seorang profesional yang gelisah karena merasa
pekerjaannya belum maksimal akan berusaha meningkatkan kinerjanya. Dalam
konteks sosial, seseorang yang gelisah melihat ketidakadilan di masyarakat akan
termotivasi untuk melakukan perubahan yang positif.
Keseimbangan antara kegembiraan
dan kegelisahan adalah kunci untuk mencapai kehidupan yang berkualitas.
Kegembiraan memberikan energi positif dan kebahagiaan, sementara kegelisahan
yang konstruktif mendorong kita untuk terus berkembang dan berbuat lebih baik.
Dengan mengelola kedua perasaan ini secara seimbang, kita dapat mencapai
kehidupan yang lebih bermakna dan produktif
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly

Komentar
Posting Komentar