Filter Hati

Bisikan hati adalah inti jiwa. Ia lebih peka daripada kata-kata yang sering mengaku tulus. Hati yang bening adalah cermin jiwa yang bersih, tempat segala rasa kembali menemukan makna.

   

Sumber gambar: AI-Copilot

Aku tahu, kadang kata enggan menangkap,
bisikan hati yang tersaring oleh pikiran berliku.
Namun biarlah hati jujur merangkai aksara,
menyibak makna yang tersembunyi di balik keluh lembut.

Ada saatnya jurus harus lurus,
menembus inti makna yang tak terelakkan.
Namun maksud sering tersesat, pikiran berkelindan,
membuat arus kita kacau, bertabur kebingungan.

Mari kita haluskan kata dengan cermat,
agar maksud baik tersirat jelas terbaca.
Sebab kata bukan sekadar deretan huruf,
ia cahaya yang memancar, menyalakan makna.

Mungkin kau akan menerima pesan ini,
meski tak selalu cerah, tak selalu berwarna.
Namun semoga kau temukan di baliknya,
pesan hati yang tersaring, tulus, dan tak terlupakan.

Surabaya, 14 Juli 2024

Hati adalah juga otak manusia, sebab manusia tak hanya memiliki satu pusat pikir. Ketika hati dibersihkan dengan filter yang tepat, ia menjadi kendali yang menuntun pada bahagia dan selamat. Di sanalah jiwa menemukan keseimbangannya, dan hidup berdenyut dalam bening yang abadi.

Untuk tulisan lain silahkan buka:

https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write 
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en 

https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211

Suaraanaknegerinews.com                        
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly



 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada Jeda, Ada Tiada: Elegi Panggung dan Bunga yang Tak Selalu Mekar

Biak, Mutiara Timur yang Bergelombang – Puisi oleh Yusuf Achmad, dibacakan oleh P. Didik Wahyudi

Kutipan Puisi Yusuf Achmad: Spiritualitas, Budaya, dan Cinta dalam Sastra Kontemplatif