ANTOLOGI ESTETIKA: Kata Pengantar untuk DELULA JAYA

 Refleksi Estetik atas Puisi-Puisi Yusuf Achmad

  • Perjumpaan dan Percikan Estetika

  • Dialog Kata dan Teknologi

  • Spiritualitas dalam Larik

  • Setengah bulan sebelum berangkat ke Padang, saya dikabari sahabat dari Surabaya bahwa dia akan membukukan kumpulan puisinya. Kabar itu bukan sekadar berita, tapi awal dari sebuah perjalanan estetik yang menggetarkan...
  • ANTOLOGI ESTETIKA

     Oleh Anto Narasoma

     SETENGAH bulan sebelum berangkat ke Padang, Sumatera Barat, saya dikabari sahabat dari Surabaya bahwa dia akan membukukan kumpulan puisinya.

     -----------

    Saya gembira mendengar itu. Sebab penyair Yusuf Achmad yang sebelumnya hanya menulis beberapa puisinya, ternyata mampu menghimpun puisi-puisinya.

     "Bang Anto, kumpulan puisiku akan segera dicetak. Segala masukan dan informasi estetika yang abang limpahkan itu,  saya refleksikan bagi keutuhan antologi yang akan dicetak," ujar Yusuf Ahmad melalui HP-nya.

     Penyair Surabaya itu sekaligus meminta saya untuk memberikan resensi ke dalam kata pengantarnya. "Tolong berikan resensinya, ya, Bang?" tukas Yusuf.

     Akhirnya, empat hari setelah permintaan itu saya kirim lewat whatApps. Resensi (kata pengantar) yang saya tulis sengaja digali secara mendalam. Karena banyak konotasi yang perlu saya pahami secara estetik.

     Menurut saya, penyair dari Surabaya ini sangat piawai memilih dan memilah kata yang tepat secara estetis. Ia juga sangat pandai memanfaatkan teknologi artificial inteligencia yang bersentuhan dengan masa depan kehidupan manusia.

     Sebagai seorang pendidik, Yusuf sangat tepat menetapkan larik-larik puisinya yang diperkuat dengan nilai-nilai spiritual dan filosofi kehidupan. (bersambung)

     Dalam pertemuan awal itu, saya melihat bukan hanya semangat seorang penyair, tapi juga refleksi mendalam tentang makna kata dan tanggung jawab estetik. Seri berikutnya akan mengulas bagaimana teknologi dan puisi saling bersentuhan dalam karya Yusuf Achmad.

    Untuk tulisan lain silahkan buka:https:

  •  https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write 

  •  https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en 

  •  https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211


  • Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Ada Jeda, Ada Tiada: Elegi Panggung dan Bunga yang Tak Selalu Mekar

    Biak, Mutiara Timur yang Bergelombang – Puisi oleh Yusuf Achmad, dibacakan oleh P. Didik Wahyudi

    Kutipan Puisi Yusuf Achmad: Spiritualitas, Budaya, dan Cinta dalam Sastra Kontemplatif