Refleksi Literasi: Pengantar Paulus Laratmase untuk DELULA JAYA (Bahasa Indonesia & Inggris)
https://www.youtube.com/watch?v=yTkmaHeTbmM&t=83s
Pengantar Paulus Laratmase untuk Buku DELULA JAYA—Debu, Lumut, Larat: Jejak Kata di Himalaya
Menyuarakan yang Tersimpan dalam Keheningan
<img src="delula-jaya-cover.jpg" alt="Sampul buku DELULA JAYA—Debu, Lumut, Larat: Jejak Kata di Himalaya">
Dalam pengantar yang menyentuh ini, Paulus Laratmase mengungkapkan perjalanan batinnya sebagai seseorang yang lahir di kampung dan menemukan makna puisi sebagai garam kehidupan. Ia juga menegaskan misi untuk mencerdaskan bangsa melalui literasi, serta menyambut buku DELULA JAYA—Debu, Lumut, Larat sebagai bagian dari perjuangan menyuarakan suara-suara yang selama ini terabaikan.
Pengantar Paulus Laratmase untuk Buku DELULA JAYA—Debu, Lumut, Larat: Jejak Kata di Himalaya
Sebagai seseorang yang lahir dan besar di kampung, tanpa latar belakang sastra atau puisi, saya tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari saya akan mampu menikmati keindahan kata-kata yang mengalir seperti sungai sunyi di hati. Bagi saya, puisi itu seperti garam dalam hidangan—meskipun sering kali tak terlihat, kehadirannya memperkaya dan memberi kedalaman rasa yang tak ternilai. Seiring waktu, saya semakin menyadari bahwa puisi bukanlah sekadar untaian kata, melainkan sebuah perjalanan batin yang mampu menyentuh ruang paling intim dalam kesadaran kita.
Misi suaraanaknegerinews.com
senantiasa berpegang teguh pada prinsip utama: mencerdaskan bangsa melalui
literasi. Kami percaya bahwa setiap individu memiliki hak untuk bersuara, untuk
mengekspresikan isi hati dan pikirannya, tanpa dibatasi oleh latar belakang
mereka. Namun, di negeri ini, masih begitu banyak suara yang
tenggelam—suara-suara dari mereka yang tak memiliki panggung untuk menyampaikan
aspirasi dan impian mereka. Kami hadir untuk menjadi bagian dari suara
tersebut, menjadi voice for the voiceless, menyuarakan apa yang selama
ini tersimpan dalam keheningan.
Dalam menjalankan misi ini, saya
memiliki kebiasaan yang telah menjadi bagian dari diri saya. Sebelum setiap
karya diterbitkan melalui platform anaknegerinews.com, saya selalu
membaca dan meresapi isinya terlebih dahulu. Bukan sekadar sebagai proses
penyaringan, tetapi sebagai ritual untuk menikmati karya itu sendiri. Setiap
tulisan membuka perspektif baru, setiap puisi memberikan ruang bagi hati untuk
merenung. Saya menemukan bahwa di balik setiap baris kata, ada sesuatu yang
menerangi, yang membawa kebahagiaan—kepuasan yang tak dapat diukur dengan
angka, tetapi dapat dirasakan oleh jiwa.
Buku ini adalah wujud dari
semangat tersebut. Setiap puisi di dalamnya adalah suara yang rindu untuk
didengar, sebuah kisah yang ingin disampaikan, dan refleksi yang ingin
direnungkan. Bukan hanya sekadar kumpulan bait-bait indah, melainkan sebuah
perjalanan kehidupan, perjuangan, dan keindahan batin yang menemukan jalannya
ke dalam kata-kata.
Dengan penuh rasa syukur,
hormat, dan kebanggaan, saya menyambut buku DELULA JAYA—Debu, Lumut, Larat:
Jejak Kata di Himalaya sebagai bagian dari upaya literasi
untuk bangsa. Semoga setiap halaman yang Anda buka menjadi awal dari refleksi
baru—mengenali diri sendiri, memahami dunia, dan lebih menghargai makna
suara-suara yang selama ini mungkin terabaikan.
Selamat membaca, dan selamat
menikmati perjalanan kata-kata yang mengajak kita untuk mendengar lebih dalam.
Pimpinan Umum suaraanaknegerinews.com
Paulus Laratmase
___________________________________________________________________________________
Preface
As someone born and raised in a
small village, with no background in literature or poetry, I never imagined
that one day I would come to appreciate the beauty of words flowing like a
silent river within the heart. For me, poetry is like salt in a dish—it is not
always visible, but its presence enriches and adds depth to the flavor. Over
time, I have come to understand that poetry is not merely a string of words but
a journey of the soul, capable of touching the most intimate corners of our
consciousness.
The mission of suaraanaknegerinews.com
has always been rooted in one principal goal: enlightening the nation through
literacy. We believe that every individual has the right to speak, to express
their innermost thoughts and feelings, regardless of their background. Yet in
this country, so many voices are still drowned out—those who have no stage to
share their aspirations and dreams. We are here to become part of that voice, a
voice for the voiceless, giving life to what has long been confined in silence.
In carrying out this mission, I
have developed a habit that has become a personal ritual—before any work is
published on the anaknegerinews.com platform, I always take the time to
read and internalize it. This is not merely a filtering process but a way of
savoring each piece of writing. Every poem brings a fresh perspective, every
line creates space for the heart to reflect. I have found that within each word
lies something enlightening, something joyous—a satisfaction that cannot be
measured by numbers but felt deeply within the soul.
This book is one of the
manifestations of that spirit. Every poem within it is a voice longing to be
heard, a story waiting to be told, and a reflection seeking to be understood.
It is not merely a collection of beautiful stanzas but a journey through life,
a testament to struggles, and a celebration of inner beauty finding its way
into words.
With immense gratitude, respect,
and pride, I welcome the book Larat, Lumut, and the Landscape of Words
on the Himalayas as a part of the literary efforts for the nation. May
every page you turn become the beginning of new reflections for you as a
reader—helping you recognize yourself, understand the world, and appreciate the
value of voices that are so often overlooked.
Happy reading, and may you enjoy
this journey of words that invites us to listen more deeply.
Executive Director of
suaraanaknegerinews.com
Paulus Laratmase
_______________________________________________________________________________
Pengantar ini bukan hanya pembuka buku, tetapi juga pintu menuju pemahaman yang lebih dalam tentang makna literasi dan suara-suara yang selama ini tersembunyi. Semoga buku ini menjadi cahaya bagi mereka yang mencari makna dalam kata.
Catatan penulis: Saya merasa terinspirasi oleh pengantar ini. Semoga semangat literasi yang diusung oleh terus menyebar dan memberi ruang bagi suara-suara yang selama ini terpinggirkan.

Komentar
Posting Komentar