http://bit.ly/3H1TUOj
Ada Jeda, Ada Tiada: Elegi Panggung dan Bunga yang Tak Selalu Mekar
Puisi tentang perjalanan hidup, ilusi panggung, dan kesadaran akan keterbatasan memiliki. Dalam hidup, kita sering melangkah dari satu panggung ke panggung lain, berharap bunga-bunga mekar di setiap sudutnya. Tapi tak semua panggung agung, tak semua bunga wangi. Puisi ini adalah refleksi tentang perjalanan, jeda, dan kesadaran bahwa tak semua yang kita genggam benar-benar kita miliki. sumber: AI-Copilot 1. Panggung demi panggung terbuka, Bunga demi bunga merekah, Kadang kumbang menghalang, Kadang hujan dan panas menerpa. Entah panggung keberapa telah kulalui, Entah bunga mana menguar wangi, Atau si kumbang menggores luka, Membiarkan roda hidup berputar dalam ilusi. Kadang panggung tak seagung angan, Saat jeda menikung tajam, Kadang wangi bunga menghilang, Saat tanahnya kering, tak lagi dikenang. Tak semua menerima saat panggung ditutup, Tak semua ingat...
Komentar
Posting Komentar