Rupa yang Enggan Menjawab

oleh: yusuf achmad

Ketika terik menjelang, aku gamang pada ilalang
Ranting pun enggan menari—tak berani berbohong pada bayang
Ketika mentari menyorot tajam
Masihkah pedulimu menjalar halus
Atau menyelinap seperti senyum bermadu racun
Di antara pusaran ular yang melingkar tenang

Ketika hujan turun semaunya
Bukan karena awan ditanam, tapi langit yang enggan bersaksi
Ketika cinta terucap lancar
Bukan kata yang dipelihara, melainkan bisikan tak bersandar
Ketika kutanya pada rasa
Adakah jawabmu lahir dari dada, bukan sekadar tutur berpura-pura?

Surabaya, April 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada Jeda, Ada Tiada: Elegi Panggung dan Bunga yang Tak Selalu Mekar

Biak, Mutiara Timur yang Bergelombang – Puisi oleh Yusuf Achmad, dibacakan oleh P. Didik Wahyudi

Kutipan Puisi Yusuf Achmad: Spiritualitas, Budaya, dan Cinta dalam Sastra Kontemplatif