Mic dan Kabel
Gambar: AI-Copilot Mic dan Kabel Gema berayun, merasuk rongga telinga— sehat atau remang, menangkap nada yang sama. Suasana dipenuhi jelang: ada kata tertata, ada patah terbata, ada yang mengusap batin dari luka. Di corong mic, suara beradu protes, lebur bersama deru napas pendengar. Hembusan itu sejajar dengan wacana: mendinginkan dada, memadamkan curiga. Segala wacana berbaur dengan isi dada, bertarung di simpang-siur pikiran— yang pasrah, yang menerima, atau yang meronta dalam cengkeraman panggung. Kabel hitam membentang panjang: sekilas melilit perasaan, sekilas menyimpul harapan. Warnanya legam seperti bayangan di ruang acara, meski di sela kupasan luka, tampak putih abu-abu menyala. Lampu padam, forum usai sudah. Dengung di benak belum juga reda, kabel itu tetap melilit ruang kepala. Batu - Malang, 12-11-2026 Untuk tulisan lain silakan kunjungi: Blogspot: yusufachmad-bilintenti...